Rabu, 30 Juli 2008

JADWAL PERTANDINGAN AS ROMA 2008-2009

1ª GIORNATA
31/8/2008>< 25/1/2009 - ROMA VS NAPOLI

2ª GIORNATA
14/9/2008><28/1/2009 - PALORMO VS ROMA

3ª GIORNATA
21/9/2008><1/2/2009 - ROMA VS REGGINA

4ª GIORNATA
24/9/2008><8/2/2009 - GENOA VS ROMA

5ª GIORNATA
28/9/2008><15/2/2009 - ROMA VS ATALANTA

6ª GIORNATA
5/10/2008>< 22/2/2009 - SIENA VS ROMA

7ª GIORNATA
19/10/2008><1/3/2009 - ROMA VS INTER

8ª GIORNATA
26/10/2008>< 8/3/2009 - UDINESE VS ROMA

9ª GIORNATA
29/10/2008><15/3/2009 - ROMA VS SAMPDORIA

10ª GIORNATA
2/11/2008><22/3/2009 - JUVENTUS VS ROMA

11ª GIORNATA
9/11/2008>< 5/4/2009 - BOLOGNA VS ROMA

12ª GIORNATA
16/11/2008><11/4/2009 - ROMA VS LAZIO

13ª GIORNATA
23/11/2008>< 19/4/2009 - LECCE VS ROMA

14ª GIORNATA
30/11/2008>< 26/4/2009 - ROMA VS FIORENTINA

15ª GIORNATA
7/12/2008><3/5/2009 - CHIEVO VS ROMA

16ª GIORNATA
14/12/2008>< 10/5/2009- ROMA VS CAGLIARI

17ª GIORNATA
21/12/2008><17/5/2009 - CATANIA VS ROMA

18ª GIORNATA
11/1/2009>< 24/5/2009 - ROMA VS MILAN

19ª GIORNATA
18/1/2009>< 31/5/2009 - TORINO VS ROMA





Senin, 28 Juli 2008

Spalletti Pilih Silva atau Malouda

Bursa transfer yang kurang menyenangkan bagi AS Roma. Satu bulan menjelang bursa ditutup, Giallorossi belum berhasil merekrut pemain yang berkualitas. Yang ada, allenatore Roma, Luciano Spalletti baru memperoleh bek kiri asal Norwegia yang sebelumnya bermain bersama Liverpool, John Arne Riise yang ditransfer dengan fee empat juta pound (Rp 73miliar).

Justru, di bursa transfer musim panas ini kehilangan salah satu pemain andalannya, winger asal Brasil, Alessandro Mancini. Pemain yang akan genap berusia 28 tahun pada 1 Agustus mendatang itu hengkang ke Inter Milan dengan fee 13 juta euro (Rp 185 miliar) pada 15 Juli lalu.

Untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Mancini, media massa Italia kerap mengaitkan Giallorossi dengan dua pemain sayap, David Silva (Valencia) dan Florent Malouda (Chelsea). Taksiran pers Italia tersebut diakui Spalletti.

“Mereka berdua adalah pemain yang punya kualitas. Kami tengah melakukan negosiasi. Dari situlah kami dapat melihat siapa yang paling memungkinkan bakal kami rekrut,” aku Spalletti seperti yang dilansir Goal.

Los Che menegaskan tidak akan menjual Silva, pemain berusia 22 tahun yang tampil memesona di ajang Euro 2008 lalu. Lagipula, Roma sendiri tampaknya kesulitan mencari dana sebesar 22 juta euro (Rp 315 miliar), fee yang diklaim menjadi bandrol Silva. Agen Silva, Julio Llorente mengklaim sejauh ini belum ada kontak resmi dengan kubu Giallorossi terkait pendekatan terhadap kliennya. Hal ini memicu spekulasi jika Roma lebih memprioritaskan proses negosiasi Malouda dengan kubu The Blues.

Roma Kalah Telak, Spalletti Berang

BUCHAREST, SENIN - Pelatih AS Roma, Luciano Spalletti tak dapat menyembunyikan kegeramannya setelah timnya kalah 1-3 dari tuan rumah Steaua Bucharest. Kekalahan tersebut merupakan kekalahan dalam partai persahabatan perdananya.

"Hasil ini tak dapat dimengerti. Kami akan menganalisis setiap kejadian dan peluang gol yang gagal kami ciptakan," kata pelatih berkepala plontos tersebut.

"Steaua bermain lebih baik dan kami harus menerimanya. Hal terpenting bagi kami adalah memperketat latihan. Kami harus berlatih lawan tim yang lebih bagus dari kami," lanjutnya.

Pernyataan Spalletti ini berkebalikan dengan pendapat direktur Bruno Conti. Conti menyebutkan, para pemain sudah bermain dengan baik tapi tetap memerlukan latihan yang lebih intens.

Dalam pertandingan tersebut, Roma tak menurunkan kapten kesebelasan, Francesco Totti yang masih terbelit cedera lutut. Mantan striker Italia tersebut sebetulnya mengikuti latihan sebelum menghadapi Steaua, tapi tak diturunkan. Totti baru dapat kembali ke lapangan pada akhir Agustus.

Dengan cederanya Totti, Spalletti harus menurunkan Mirko Vucinic sebagai striker. Penyerang inilah yang memberikan satu-satunya gol bagi Giallorossi lewat tendangan bebas. Spalletti juga menurunkan pendatang baru John Arne Riise dan Simone Loria, keduanya juga bermain cukup bagus meski tak dapat menolong kekalahan timnya.

Jumat, 25 Juli 2008

De Rossi Alami Cedera, AS Roma Panik

Persiapan menjelang musim kompetisi 2008/09 ternyata beberapa kali meminta korban. Baik di saat latihan, maupun pertandingan uji coba, hantu cedera setia mengintai para pesepakbola. Sebelumnya, dua bintang dibekap cedera. Alessandro Nesta terkena cedera punggung saat menjalani latihan rutin, sedangkan bek anyar Chelsea, Jose Bosingwa dibekap cedera saat menjalani pertandingan persahabatan di Cina.

Kini, giliran kubu AS Roma yang disambangi. Adalah bintang mereka Daniele De Rossi yang menderita cedera saat Roma sedang menggelar latihan rutin, Kamis (24/07) ini. Dalam latihan tersebut, De Rossi tiba-tiba terjatuh sambil memegangi engkel kanannya setelah melakukan dribel.

Tim medis Roma langsung bergerak memberi bantuan, De Rossi pun lantas meninggalkan lapangan tempat berlatih. Belum diketahui dengan tepat seberapa parah cedera yang mendera engkelnya. Untuk mengetahui detil cederanya, De Rossi akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut pada Kamis malam waktu setempat.

Ini tentu merupakan kabar buruk bagi kubu Roma, sebab mereka mengandalkan De Rossi sebagai salah satu pilar Roma di lini tengah. Mereka tentu tidak mengharapkan kejadian semacam ini menimpa pemain sepenting De Rossi di saat tim sedang menyiapkan diri dalam latihan pra musim serta persiapan menghadapi Inter Milan di ajang Piala Super Italia yang akan dilangsungkan 24 Agustus mendatang.

Sementara itu, peluang Fransesco Totti untuk comeback pada pertandingan Piala Super tersebut boleh dibilang fifty:fifty. Pekan lalu, Roma memang telah menyatakan bahwa pihaknya tidak mau ambil resiko meskipun Totti terlihat mencatat kemajuan signifikan.

Il Principe sendiri saat ini masih menjalani latihan yang terpisah dari rekan-rekan setimnya. Totti biasanya berlatih bersama fisioterapis Roma, Vito Scala, namun ia hari ini dikabarkan tidak berada di sesi latihan tim.

Juventus Tawar Aquilani €25 juta

Sebelumnya, The Bianconeri berusaha meyakinkan pemain Spanyol Xabi ALonso untuk mau memperkuat skuad Nyonya Tua. Pernyataan Alonso yang menegaskan perasaan bahagianya di Anfield mengindikasikan keenggananya berlabuh bersama Juve.

Oleh karenanya, Aquilani menjadi alternatif bagi Claudio Ranieri untuk mengisi kekosongan di sektor tengah. Kini, Juve sudah mempersiapkan matang-matang rencananya tersebut dengan nominal dana €25 juta.

Menurut Sportmediaset, Aquilani mendapatkan gai €900 ribu per musim di stadion Olimpico, dan masa kontraknya akan berakhir pada 2010.

Pemain yang berperan di lini tengah tersebut diisukan meminta kenaikan gaji, €2,5 jutaper tahunnya. Namun, Roma menolak tunduk kepada permintaan sang pemain. Hal ini semakin memperkuat isu kepindahannya dari AS Roma

Pemberitaan lainnya melansir, Bianconeri setuju untuk membayar pemain yang memiliki tinggi 1,86 m tersebut dengan nominal €3,2 juta per musim. Harga tersebut tentu tawaran yang mengguirkan bagi Aquilani.

Jika kesepakatan ini berhasil, maka Juve berencana menutup pasar trasnfer untuk musim ini. [Goal]

Kamis, 24 Juli 2008

'Rossi Menang karena Membalap dengan Hati'

Laguna Seca - Sepak terjang Valentino Rossi dalam meraih kemenangan di MotoGP AS dikeluhkan Casey Stoner. Tapi buat Team Manager Fiat Yamaha Davide Brivio, Rossi cuma membalap dengan sepenuh hati.Rossi harus berjibaku dengan sengit dalam mengatasi perlawanan Stoner di Laguna Seca, Senin (21/7/2008) dinihari WIB. Keduanya saling susul menyusul nyaris sepanjang balapan.Pada akhirnya pembalap Yamaha itu keluar jadi pemenang, meninggalkan sang rider Ducati yang sempat terjerembab di gravel akibat ketatnya persaingan.Stoner kemudian menolak bersalaman dengan Rossi di parc ferme usai balapan dan mengeluhkan gaya balapan Rossi, kendati Brivio segera melakukan pembelaan buat pembalapnya itu."Tak ada alternatif: sepanjang pekan Stoner mendominasi dengan selisih delapan per sepuluh sampai satu detik dari pembalap lain, jadi Rossi tahu kalau membiarkan Stoner memimpin akan berarti ketinggalan darinya," ujar Brivio kepada Italia1 yang dikutip Autosport.Brivio pun menilai bahwa satu-satunya peluang Rossi juara saat itu adalah tetap memimpin dan tak membiarkan Stoner melaluinya. Itulah yang lantas dilakukan "The Doctor" di lintasan."Saya bilang dia bereaksi terhadap setiap pergerakan (Stoner). Dalam pendapat saya, itu adalah balapan luar biasa yang sekali lagi menunjukkan apa yang bisa Anda lakukan saat membalap dengan hati Anda," demikian Brivio

Stoner Debat Rossi Usai Balapan

Laguna Seca - Casey Stoner dan Valentino Rossi terlibat balapan sengit di MotoGP AS. Keduanya lantas saling bertukar kata-kata dan berdebat singkat di parc ferme Laguna Seca.

Kedua pembalap tersebut bersaing sengit untuk berebut posisi satu, praktis sedari balapan dimulai. Keduanya saling susul menyusul sampai suatu ketika Stoner melebar dan sempat terjatuh dari motornya di gravel.

Hal itu membuat Rossi dengan leluasa meraih kemenangan pertamanya di Laguna Seca dan Stoner harus puas finis di posisi dua. Namun, menyoal gaya membalap Rossi, rider Ducati itu sama sekali tak bisa puas.

Usai balapan, percakapan singkat terjadi ketika Rossi sedang mencoba menyalami tangan Stoner di parc ferme Laguna Seca, dan tertangkap kamera BBC. Berikut pembicaraan keduanya:

Rossi: Balapan yang bagus
Stoner: Tidak, kamu tak bisa membalap seperti itu
Rossi: Itulah balapan, Casey
Stoner: Yang seperti itu namanya balapan? Oke, kita lihat saja

Stoner lantas menjelaskan keluhannya tersebut, dengan menyebut gaya membalap "The Doctor" sebagai terlalu agresif dalam melakukan overtaking. Tapi, dia juga tetap bersikap sportif dengan melayangkan pujian.

"Tapi, begini, Valentino melaju dengan baik dan saya sama sekali tak keberatan dengan itu, hanya buat saya beberapa overtake melewati batas. Namun saya sudah bicara dengannya mengenai itu di podium dan kami hanya akan menatap balapan berikutnya," jelas Stoner, seperti dilansir Autosport.

Rossi sendiri enggan disebut terlalu agresif. "Balapan yang bagus. Saya menyesal kalau Stoner mengeluh. Saya paham pertarungan kami sangat agresif, tapi saya pikir dia mengeluh lebih karena pada akhirnya dia tertinggal. Saya sangat sedih dia merasa marah di awal, tapi saya pikir setelah balapan (sengit) seperti ini, wajar (dia marah) karena dia sudah tertinggal," ujar Rossi kepada Italia1.