Kamis, 11 September 2008

Dokter: Totti Buat Rekor Baru di Dunia Medis


Dokter klub AS Roma, Mario Brozzi, sangat terpana dengan perkembangan kondisi Francesco Totti yang nyaris pulih 100 persen dari cedera. Bahkan Brozzi mengatakan, Er Pupone telah membuat sebuah rekor baru di dalam dunia medis karena kondisinya tersebut.

Sepekan sebelum musim lalu berakhir, Totti dibekap cedera yang parah. Il Capitano mengalami kerusakan serius pada ligamen di lutut kanannya sehingga dia harus menjalani operasi untuk penyembuhan dan diharuskan untuk istirahat panjang.

Namun seiring perjalanan waktu, ternyata proses penyembuhan berjalan sangat cepat. Brozzi tidak menutup kemungkinan, pangeran Olimpico tersebut akan bermain pada akhir pekan ini ketika Giallorossi tandang ke markas Palermo. Ini yang membuat sang dokter terkejut dan nyaris tak percaya.

"Totti berada di dalam kondisi yang sangat bagus dan kami akan mengizinkannya untuk kembali ke lapangan ketika dia sudah pulih 100 persen," ungkap Brozzi kepada Radio Incontro, Selasa (9/9).

"Untuk pertama kalinya di dalam sejarah medis, seorang pemain sudah kembali ke lapangan dalam kurun waktu empat bulan setelah menjalani operasi untuk membetulkan kerusakan pada ligamen. Ini adalah sebuah rekor baru. Sekarang kami akan bekerja keras untuk membenarkan ototnya," ungkap sang dokter.

Sebenarnya, tanda-tanda Totti bakal pulih sudah terlihat sejak persiapan pra-musim. Kapten Giallorossi itu sempat bermain, tetapi dia tak diizinkan merumput selama 90 menit karena tim khawatir cedera akan membekapnya lagi.

Panucci perbaharui kontrak


Bek veteran Christian Panucci resmi memperbarui kontraknya dengan AS Roma. Juru bicara Panucci mengatakan pemain 35 tahun itu telah menyatakan keinginannya untuk tetap bergabung di AS Roma dan berada di ibukota.

Seperti disitat Tribal Football, Kamis (11/9/2008), Panucci diperkirakan akan mendampingi Philippe Mexes di barisan pertahanan Roma dalam menghadapi Palermo di laga lanjutan Serie A, Sabtu (13/9/2008) nanti.

Sebelumnya, Roma ditahan imbang oleh Napoli dengan skor 1-1.

Panucci bergabung dengan Giallorossi sejak 2001. Dia tercatat sebagai salah satu pemain kunci klub yang bermarkas di Stadion Olimpico tersebut.

Senin, 08 September 2008

Rossi Bikin Rekor Baru


Juara dunia MotoGP tujuh kali Valentino Rossi tampil sebagai juara GP San Marino. Dengan hasil terakhir di Sirkuit Misano, The Doctor berhasil menyamai rekor 68 kemenangan MotoGP yang dipegang Giacomo Agostini.

"Beberapa hari terakhir saya melihat Agostini kurang bahagia. Hari ini saya melihatnya tersenyum; dia datang menyapa saya, mendoakan saya dan saya menang," ungkap Rossi dilansir Eurosport, Senin (1/9/2008).

Kemenangan di Misano membuat Rossi kini memimpin klasemen dengan selisih 75 poin dari pesaing terdekatnya, Casey Stoner. Dengan hanya lima race tersisa, peluang Vale merebut gelar juara dari tangan Stoney pun kian membuncah.

"Kami memimpin 75 angka. Ini berarti kami sedang berada pada posisi kuat. Kami tak pernah menyerah dan yang paling penting kami mampu mengangkat kepala meski tengah berada dalam keadaan sesulit apapun," ujar rider Fiat Yamaha itu.

"Tahun ini saya berkata pada diri saya sendiri bahwa untuk mengalahkan Stoner maka kami membutuhkan Valentino terbaik. Saya berupaya mengeluarkannya. Meski tidak pasti kapan Rossi terbaik akan keluar, saya merasa telah mengeluarkannya. Saya senang," putusnya.

Superpede Rossi


Gelar juara MotoGP Valentino Rossi sudah di depan mata. Dengan lima balapan MotoGP tersisa, pembalap Fiat Yamaha itu sudah unggul 75 angka atas pesaing terdekatnya Casey Stoner. Vale pun superpede.

"Di awal tahun saya berpikir harus mengerahkan seluruh kemampuan terbaik untuk memberikan perlawanan kepada Stoner dalam perebutan titel juara. Jadi dengan memimpin 75 angka itu sudah luar biasa," ungkap The Doctor, dilansir Visordown Kamis (4/9/2008).

"Tapi tidak mudah melakukan hal itu. Saya mencoba melakukan beberapa perubahan untuk menggapai apa yang telah kita dapatkan hingga kini. Saya mengendarai motor dengan baik dan memiliki tim yang hebat di belakang saya," sambung Rossi.

Kegagalan Stoney di beberapa race terakhir, menjadi berkah terselubung bagi pencapaian angka dramatis Rossi di klasemen kejuaraan MotoGP mutakhir.

"Laguna Seca adalah kuncinya. Sebelum itu Stoner ibarat berada di planet lain. Tapi kami mampu membalikkan keadaan," tutup Vale.

Giliran Roma dan Fiorentina Buru Podolski


Real Madrid mendapat musuh dalam usahanya menggaet striker Bayern Muenchen, Lukas Podolski. Menurut laporan Corriere dello Sport, AS Roma dan Fiorentina juga berminat mendapatkan pemain depan Jerman yang menyabet penghargaan Pemain Muda Terbaik di Piala Dunia 2006 tersebut.

Memang, masa depan Podolski di Allianz Arena sedang tidak menentu. Pemain yang digaet Bayern dari FC Koln pada tahun 2006 tersebut lebih banyak menghabiskan waktunya di bangku cadangan karena dia ditempatkan sebagai pilihan ketiga, setelah Lua Toni dan Miroslav Klose.

Ini yang membuat Podolski kecewa. Tak ayal, pemain berdarah Polandia tersebut mengaku sangat kecewa karena telah salah membuat keputusan ketika setuju bergabung dengan The Bavarian. Kini, dia membuka pintu untuk pindah.

"Jika saya hanya seperti ini (menjadi cadangan,red), maka saya pasti tidak akan mau bergabung. Saya akan menjadi seorang pemain yang jelek jika sudah puas meskipun hanya duduk di bangku cadangan. Saya terlalu banyak di situ. Saya merasa tidak mengalami kemajuan," ungkap Podolski tentang penyesalannya tersebut.

Melihat kondisi yang dialami Podolski, Madrid berencana menyelamatkan karier sang pemain dengan cara menggaetnya pada bulan Januari nanti. Los Blancos yang tidak membeli satu striker pun pada bursa transfer musim panas ini menilai, Podolski punya kualitas untuk menjadi pemain nomor satu di Santiago Bernabeu meskipun Bayern telah menyia-nyiakannya.

Tetapi usaha Los Galacticos untuk mendapatkan pemain berusia 23 tahun itu dipastikan takkan berjalan mulus. Rupanya dua klub Serie-A, Roma dan Fiorentina, juga menaruh minat kepada Podolski.

Sebenarny, Roma sudah menyatakan keinginannya tersebut sejak jendela transfer musim panas dibuka. Bahkan, ada indikasi sang pemain itu hengkang ke Olimpico pada bulan Juli lalu setelah ada kesepakatan antara Roma dan agen Podolski, Kon Schramm--namun Bayern menepisnya.
Meskipun di Bayern Podolski jarang mendapat kesempatan bermain, tetapi di level internasional dia menjadi pilihan utama. Akhir pekan lalu, Podolski menyumbang dua gol ketika Der Panzer mencukur Liechtenstein 6-0 di kualifikasi Piala Dunia 2010.

Delvecchio Masih Ada


Masih ingat dengan nama Marco Delvecchio? Ya, mantan bomber AS Roma dan Italia ini ternyata masih bermain dan mencetak gol, di usianya yang ke 35.

Penyerang kurus tinggi ini terakhir bermain di Serie A dengan Ascoli, pada musim 2006/2007. Namun, Ascoli terdegradasi ke Serie B.

Kini, striker lawas ini tergabung dengan klub lokal Campionato Di Eccelenza for Pescatori Ostia. Delvecchio sukses membukukan dua gol ketika timnya menang 3-1 melawan Centro Italia, di kompetisi amatir regional.

Pada laga itu, penonton memberikan semangat tinggi kepada Delvecchio. Fans tetap memujanya seperti ketika ia mencetak gol pada laga derby Della Capitale, antara Roma melawan Lazio.

Seusai pertandingan, pemain yang pernah membela Inter Milan ini berkomentar puas dengan kontribusinya di lapangan.

"Saya bahagia dengan hasil ini. Saya bisa kembali mendemonstrasikan kemampuan sebagai striker. Awalnya saya menganggap kemampuan mencetak gol telah hilang," terang Delvecchio seperti dilansir Channel4, Senin (8/9/2008).

Kendati hanya bermain di liga amatir, Delvecchio masih cukup bangga dengan situasinya saat ini.� Selama berkarier di Serie A, Delvecchio telah merasakan berlaga di Inter, Venezia, Udinese, Brescia, Roma, Parma, dan Ascoli.

Prestasi terbaiknya sebagai pesepakbola ketika mengantarkan Roma meraih Scudetto musim 2001. Penampilan terbaik lainnya ketika mencetak gol di final Euro 2000. Delvecchio menyambut bola hasil umpan silang Gianluca Pessotto. Sayang, Azzurri kalah 1-2, setelah David Trezeguet mencetak gol di injury time.

Mexes: Beri Waktu Buat Menez


The Giallorossi gagal memberikan kesan garang dalam laga pertama mereka di Serie A Italia. Dan, hal tersebut terlihat jelas dari respon yang disampakan oleh Mexes dari kamp latihan timnas Perancis.

"Saat melawan Napoli, segala sesuatunya berjalan tidak seperti yang diinginkan,” ujar pemain belakang Perancis tersebut. “Kami terlalu banyak memberian ruang bagi musuh, dan hal tersebut seharusnya tidak terjadi.”

Mexes juga membela rekan satu timnya Menez menyusul performanya melawan Partenopei, termasuk beberapa kesempatan gol yang hilang sia-sia di depan jala gawang.

Pemain yang baru didatangkan dari AS Monaco tersebut dianggap tidak begitu bermain cantik pada laga melawan Napoli. Banyak kalangan lantas memberikan penilaian rendah kepada Menez.

"Menez telah menunjukkan kemampuannya, namun ia masih bisa melakukan yang lebih baik dari kemaren,” komentarnya.

"Jika ia berada dalam keadaan fit 100 persen, ia tidak akan melewatkan kesempatan mencetak gol. Kita harus memberikannya sedikit waktu.”

Menez, pemain yang baru didatangkan dari Monaco pada Agustus lalu, sangat diharapkan bisa menjelma sebagai legendaris Perancis Zinedine Zidane lantaran sama-sama memiliki kepiawaian dalam hal dribbling.